Saturday, 22 June 2013

MAKALAH PENYAKIT AKIBAT KERJA YANG DITIMBULKAN OLEH LIMBAH ASAP KABUT PABRIK



BAB I
PENDAHULUAN

1.1              LATAR BELAKANG

Tingginya pencemaran udara atau partikulat dan gas di udara akibat kerja menyebabkan banyaknya penyakit akibat kerja karena pencemaran udara tersebut.

Menurut WHO akses terhadap pelayanan kesehatan kerja yang memadai di
Negara berkembang 5 – 10 % pekerja sedangkan di Negara industri 20 – 50 % pekerja. Data mengenai penyakit akibat kerja yang ada hanya bagian dari puncak gunung es.
Mayoritas pekerja di negara-negara Asia belum memiliki sistem yang baik untuk menjamin hak pekerjanya, terutama mengenai perlindungan penyakit akibat kerja. (Jaringan Kerja Asia untuk Kecelakaan Kerja dan Kesehatan Kerja)
Di Indonesia, pengelola asuransi tenaga kerja baru memberikan perlindungan untuk kecelakaan saat bekerja, tapi tidak satu pun kompensasi yang tercatat ditujukan bagi pekerja yang sakit akibat pekerjaannya.
Menurut Keppres RI 22.1993 ada 31 penyakit karena hubungan kerja. Di antaranya, penyakit-penyakit yang bisa diderita karena bersentuhan dengan Bahan Berbahaya Beracun. Namun, tidak pernah ada catatan resmi pemerintah mengenai korban penyakit semacam itu.
Data Organisasi Buruh Internasional (ILO) yang menyebutkan ada 1,1 juta orang di Asia yang meninggal karena penyakit akibat kerja. Dimana 300.000 kematian adalah akibat 250 juta kecelakaan yang terjadi dan 160 juta penyakit akibat hubungan kerja/tahun.
Penyakit akibat kerja diatur dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No Per-01/MEN/1981 tertanggal 4 April 1981 tentang Kewajiban melaporkan penyakit akibat kerja.

1.2              RUMUSAN MASALAH

Dari latar belakang di atas, adapun masalah yang akan kami bahas adalah
1.      Apa yang terkandung dalam limbah asap kabut yang dihasilkan oleh pabrik ?
2.      Penyakit apa yang ditimbulkan oleh limbah asap kabut yang ditimbulkan oleh pabrik ?

1.3              TUJUAN DAN MANFAAT

Tujuan dan manfaat dari pembuatan makalah ini adalah
1.      Untuk mengetahui kandungan apa yang terdapat dalam asap/kabut pabrik.
2.      Untuk mengetahui penyakit akibat kerja yang timbul karena adanya asap kabut yang disebabkan oleh pabrik

BAB II
KAJIAN TEORI

2.1       PENYAKIT AKIBAT KERJA

Penyakit Akibat Kerja (PAK), menurut KEPPRES RI No. 22 Tahun 1993, adalah penyakit yang disebabkan pekerjaan atau lingkungan kerja. Penyakit akibat kerja terjadi sebagai pajanan faktor fisik, kimia, biologi, ataupun psikologi di tempat kerja.
Menurut Cherry, 1999 “ An occupational disease may be defined simply as one that is caused, or made worse, by exposure at work.. Di sini menggambarkan bahwa secara sederhana sesuatu yang disebabkan, atau diperburuk,, oleh pajanan di tempat kerja. Atau , “ An occupational disease is health problem caused by exposure to a workplace hazard ” ( Workplace Safety and Insurance Board, 2005 ), kedua definisi tersebut, penyakit akibat kerja adalah suatu masalah Kesehatan yang disebabkan oleh pajanan berbahaya di tempat kerja.
WHO membedakan empat kategori Penyakit Akibat Kerja :
1.   Penyakit yang hanya disebabkan oleh pekerjaan, misalnya Pneumoconiosis.
2.   Penyakit yang salah satu penyebabnya adalah pekerjaan, misalnya Karsinoma Bronkhogenik.
3.   Penyakit dengan pekerjaan merupakan salah satu penyebab di antara faktor-faktor penyebab lainnya, misalnya Bronkhitis khronis.
4.   Penyakit dimana pekerjaan memperberat suatu kondisi yang sudah ada sebelumnya, misalnya asma.

2.2       FAKTOR PENYEBAB PENYAKIT AKIBAT KERJA

Faktor penyebab Penyakit Akibat Kerja sangat banyak, tergantung pada bahan yang digunakan dalam proses kerja, lingkungan kerja ataupun cara kerja, sehingga tidak mungkin disebutkan satu per satu. Pada umumnya faktor penyebab dapat dikelompokkan dalam 5 golongan:
1.      Golongan fisik : suara (bising), radiasi, suhu (panas/dingin), tekanan yang sangat tinggi,   vibrasi, penerangan lampu yang kurang baik.
2.      Golongan kimiawi : bahan kimiawi yang digunakan dalam proses kerja, maupun yang terdapat dalam lingkungan kerja, dapat berbentuk debu, uap, gas, larutan, awan atau kabut.
3.       Golongan biologis : bakteri, virus atau jamur
4.      Golongan fisiologis : biasanya disebabkan oleh penataan tempat kerja dan cara kerja
5.      Golongan psikososial : lingkungan kerja yang mengakibatkan stress.

2.3       LIMBAH

Limbah (waste) adalah sesuatu yang tidak dipakai, tidak digunakan, tidak disenangi atau sesuatu yang dibuang, yang berasal dari kegiatan manusia dan tidak terjadi dengan sendirinya. Sedangkan FKM-UI mendefinisikan limbah/sampah ialah benda bahan padat yang terjadi karena berhubungan dengan aktifitas manusia yang tidak dipakai lagi, tak disenangi dan dibuang dengan cara saniter kecuali buangan dari tubuh manusia  (Kusnoputranto, 1986).

2.4       Limbah Industri

Berdasarkan karakteristiknya limbah industri dapat dibagi menjadi empat bagian, yaitu:
1.      Limbah cair biasanya dikenal sebagai entitas pencemar air. Komponen pencemaran air pada umumnya terdiri dari bahan buangan padat, bahan buangan organik dan bahan buangan anorganik
2.      Limbah padat
Proses Pencemaran Udara Semua spesies kimia yang dimasukkan atau masuk ke atmosfer yang “bersih” disebut kontaminan. Kontaminan pada konsentrasi yang cukup tinggi dapat mengakibatkan efek negatif terhadap penerima (receptor), bila ini terjadi, kontaminan disebut cemaran (pollutant).Cemaran udara diklasifihasikan menjadi 2 kategori menurut cara cemaran masuk atau dimasukkan ke atmosfer yaitu: cemaran primer dan cemaran sekunder. Cemaran primer adalah cemaran yang diemisikan secara langsung dari sumber cemaran. Cemaran sekunder adalah cemaran yang terbentuk oleh proses kimia di atmosfer.
Sumber cemaran dari aktivitas manusia (antropogenik) adalah setiap kendaraan bermotor, fasilitas, pabrik, instalasi atau aktivitas yang mengemisikan cemaran udara primer ke atmosfer. Ada 2 kategori sumber antropogenik yaitu: sumber tetap (stationery source) seperti: pembangkit energi listrik dengan bakar fosil, pabrik, rumah tangga,jasa, dan lain-lain dan sumber bergerak (mobile source) seperti: truk,bus, pesawat terbang, dan kereta api.

2.5       ASAP KABUT

Perkataan "asbut" adalah singkatan dari "asap" dan "kabut", walaupun pada perkembangan selanjutnya asbut tidak harus memiliki salah satu komponen kabut atau asap. Asbut juga sering dikaitkan dengan pencemaran udara (id.wikipedia.org : 2013).
Asap adalah suspensi partikel kecil di udara (aerosol) yang berasal dari pembakaran tak sempurna dari suatu bahan bakar. Asap umumnya merupakan produk samping yang tak diinginkan dari api (termasuk kompor dan lampu) serta pendiangan, tapi dapat juga digunakan untuk pembasmian hama (fumigasi), komunikasi (sinyal asap), pertahanan (layar asap, smoke-screen) atau penghirupan tembakau atau obat bius. Asap kadang digunakan sebagai agen pemberi rasa (flavoring agent) dan pengawet untuk berbagai bahan makanan.
Partikulat (partikel) adalah pencemaran udara yang dapat berada bersama-sama bahan / bentuk pencemaran lain, macam-macam partikulat:
a.       Aerosol: tersebarnya partikel halus zat padat atau cairan dalam gas atau udara.
b.      Kabut (fog): aerosol yang berupa butiran air yang berada diudara.
c.       Asap (smoke): campuran antara butir padatan dan cairan terhembus melayang diudara.
d.      Debu (dust): aerosol yang berupa butiran melayang diudara karena adanya hembusan angin.
e.       Fume: aerosol yang berasal dari kondensasi uap logam.
f.       Plume: asap yang keluar dari cerobong asap suatu industri.
g.      Smoge: campuran dari smoke dan fog.
Sedangkan pencemaran lingkungan berasal dari gas adalah sebagai berikut :
a.       Sulfur Dioksida (SO2): dihasilkan oleh batu bara, bahan bakar minyak yang mengandung sulfur, pembakaran limbah pertanah, dan proses dalam industri. Dampak: efek iritasi pada saluran napas sehingga menimbulkan gejala batuk dan sesak napas.
b.      Hidrogen Sulfida (H2S): dihasilkan dari kawah gunung yang masih aktif dan dapat menimbulkan bau yang tidak sedap, dapat merusak indra penciuman (nervous olfactory)
c.       Nitrogen Oksida (N2O), Nitrogen Monoksida (NO), Nitrogen Dioksida (NO2): gas-gas ini berasal dari berbagai jenis pembakaran, gas buang kendaraan bermotor, peledak, pabrik pupuk. Efek: mengganggu sistem pernapasan dan melemahkan sistem pernapasan paru dan saluran napas sehingga paru-paru mudah terserang infeksi.
d.      Amoniak (NH3): berasal dari proses industri. Amoniak menimbulkan bau yang tidak sedap menyengat. Dan dapat menyebabkan gangguan sistem pernapasan, bronchitis, merusak indra penciuman.
e.       Karbon Dioksida (CO2), Karbon Monoksida (CO), Hidrokarbon: semua hasil pembakaran menghasilkan gas ini, begitu juga proses industri. Gas ini menimbulkan efek sistematik, karena meracuni tubuh dengan cara pengikatan hemoglobin yang amat vital bagi oksigenasi jaringan tubuh akibatnya apabila otak kekurangan oksigen dapat menimbulkan kematian. Dalam jumlah kecil dapat menimbulkan gangguan berpikir, gerakan otot, gangguan jantung.
Kabut asap disebabkan oleh banyak faktor. Kabut asap yang memasuki atmosfer terdiri dari lebih dari 100 bahan kimia, banyak datang dari sumber yang berbeda. Partikulat hadir dalam asap termasuk karbon monoksida, kotoran, jelaga, debu, dan ozon. Untuk benar-benar membuat efek asap, sinar matahari, hidrokarbon, dan nitrogen oksida harus bercampur. Produsen utama kabut asap meliputi mobil, kebakaran, pengolahan limbah, produksi minyak, pelarut industri, cat, dan coating
BAB III
PEMBAHASAN

3.1       Kandungan Asap Kabut Pabrik

Kandungan yang terdapat dalam asap pabrik tergantung dari apa yang diproduksi oleh pabrik tersebut, diantaranya sejumlah senyawa yang sangat berbahaya, seperti . Timbal (Pb), CO (karbon monoksida), Karbon monoksida ialah gas yang tidak berbau dan tidak berwarna serta lebih mudah bercantum dengan hemoglobin darah berbanding oksigen. Keadaan ini tentu akan menjejaskan keupayaan darah untuk membekalkan oksigen ke dalam sel-sel tubuh. Bagi menampung kekurangan ini, jantung dan paru-paru terpaksa bekerja dengan lebih kuat lagi. Karbon monoksida juga merosakkan dinding arteri dan dengan itu, mendorong berlakunya penyakit jantung dan masih banyak lagi zat lain yang berbahaya.
Adapun beberapa kandungan yang terdapat pada asap kabut yang dihasilkan oleh pabrik pada umumnya, adalah :
1.     Sulfur Oksida (SOx)
        Salah satu sumber pencemar udara berasal dari sulfur oksida khususnya sulfur dioksida (SO2). Sulfur dioksida dihasilkan dari letusan gunung api
        dan berbagai macam hasil kegiatan pabrik industri. Sulfur dioksida seringkali dihasilkan oleh kegiatan pabrik karena bahan bakar yang digunakan serta proteleum sering mengandung ikatan sulfur sehingga hasil buangannya menghasilkan sulfur dioksida. Sumber pencemar ini jika terakumulasi dalam jumlah yang banyak akan menyebabkan hujan asam.
3.       Nitrogen oksida (NOx)
        Sumber pencemar udara selanjutnya adalah Nitrogen Oksida khususnya Nitrogen Dioksida (NO2). NO2 dikeluarkan dari hasil buangan dengan temperatur tinggi. Senyawa ini merupakan gas berwarna coklat kemerah-merahan dan memilki karakteristik yang tajam, berbau menyengat. NO2 ini merupakan salah satu pencemar paling menonjol.
3.     Karbon monoksida (CO)
        CO merupakan gas yang sangat beracun. Gas ini tidak berwarna, tidak berbau, dan tanpa iritasi tetapi akan sangat membahayakan orang yang menghirupnya. CO merupakan hasil pembakaran tidak sempurna dari pembuangan bahan bakar seperti gas alami, batu bara atau kayu. Sumber utama gas CO adalah asap kendaraan bermotor dan hal ini yang susah untuk diatasi khususnya di kota-kota besar Indonesia seperti Jakarta.
4.     Karbondioksida (CO2)
        Gas CO2 merupakan gas alami yang terdapat pada atmosfer dan merupakan gas hasil respirasi manusia. Gas CO2 diperlukan dalam proses fotosintesis sehingga sangat diperlukan oleh manusia. Tetapi meskipun demikian, gas yang banyak dihasilkan oleh kendaraan bermotor dan pembakaran lainnya ini merupakan  sumber gas rumah kaca. Gas CO2 yang berlebihan menghasilkan efek rumah kaca yang dapat meningkatkan suhu bumi.
5.     Amonia (NH3)
        Gas amoniak diemisikan dari proses pertanian. Gas ini menguntungkan bagi kehidupan makhluk hidup tetapi juga dapat menjadi berbahaya karena mengganggu kesehatan. Jika manusia menghirup gas amoniak dengan konsentrasi tinggi dalam waktu yang cukup lama dapat menyebabkan kerusakan paru-paru bahkan berujung pada kematian.
6.     Timbal (Pb)
        Timbal ini merupakan hasil dari proses industry dan pembakan batubara.

3.2       Penyakit yang ditimbulkan oleh asap pabrik

Ketika suatu daerah menjadi tercakup dalam kabut asap, orang-orang merasakan efek langsung. Tidak seperti masalah lain, yang mungkin sulit untuk memahami dan memvisualisasikan, asap menciptakan masalah langsung bahwa semua orang akan mengalaminya. Kabut asap menciptakan banyak efek kesehatan yang merugikan. Hal ini dapat menyebabkan sesuatu dari nyeri minor terhadap penyakit mematikan seperti kanker paru-paru.
Substansi pencemar yang terdapat di udara dapat masuk ke dalam tubuh melalui sistem pernapasan. Jauhnya penetrasi zat pencemar ke dalam tubuh bergantung kepada jenis pencemar. Partikulat berukuran besar dapat tertahan di saluran pernapasan bagian atas, sedangkan partikulat berukuran kecil dan gas dapat mencapai paru-paru. Dari paru-paru, zat pencemar diserap oleh sistem peredaran darah dan menyebar ke seluruh tubuh.

Dampak kesehatan yang paling umum dijumpai adalah ISPA (infeksi saluran pernapas atas), termasuk di antaranya, asma, bronkitis, dan gangguan pernapasan lainnya. Beberapa zat pencemar dikategorikan sebagai toksik dan karsinogenik.
Memperkirakan dampak pencemaran udara di Jakarta yang berkaitan dengan kematian prematur, perawatan rumah sakit, berkurangnya hari kerja efektif, dan ISPA pada tahun 1998 senilai dengan 1,8 trilyun rupiah dan akan meningkat menjadi 4,3 trilyun rupiah di tahun 2015.
            Beberapa penyakit yang ditimbulkan oleh asap pabrik adalah :
·         Pernapasan akut penyakit termasuk pneumonia
·         Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK)
·         Penurunan dipercepat pada fungsi paru-paru
·         Semua gejala utama pernapasan pada orang dewasa, termasuk batuk, berdahak, bersin & dyspnoea (pernapasan sulit atau menyakitkan; sesak napas) atau asma.
·         Pusing/sakit kepala
·         Rasa mual
·         Pingsan (ketidak sadaran)
·         Kerusakan jaringan otak
·         Kematian
·         Gangguan pada kulit
·         Gangguan penglihatan (efek jangka panjang)
·         Iritasi mata
·         Gangguan jantung
·         Gangguan ginjal
·         Keterbelakangan mental pada anak-anak


 

BAB VI
PENUTUP

4.1       Kesimpulan

·            Kandungan yang terdapat pada asap kabut pabrik pada umumnya adalah Sulfur Oksida (SOx), Nitrogen oksida (NOx), Karbon monoksida (CO), Karbondioksida (CO2),         Amonia (NH3), dan Timbal (Pb).
·                     Beberapa penyakit yang ditimbulkan oleh asap pabrik adalah Pernapasan akut penyakit termasuk pneumonia, Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), Penurunan dipercepat pada fungsi paru-paru, Semua gejala utama pernapasan pada orang dewasa, termasuk batuk, berdahak, bersin & dyspnoea (pernapasan sulit atau menyakitkan; sesak napas) atau asma, Pusing/sakit kepala, Rasa mual, Pingsan (ketidak sadaran), Kerusakan jaringan otak, Kematian, Gangguan pada kulit, Gangguan penglihatan (efek jangka panjang), Iritasi mata, Gangguan jantung, Gangguan ginjal, dan Keterbelakangan mental pada anak-anak

4.2       Saran
           
Untuk menghidari penyakit akibat kerja yang ditimbulkan oleh asap kabut pabrik adalah dengan menggunakan alat pelindung kerja dan pelindung diri, minimalisir keadaan dimana anda dapat terpapar asap kabut. Bagi Pabrik yang menghasilkan limbah udara dalam hal ini asap kabut diharapkan dapat mengurangi limbah yang dikeluarkan dengan melakukan filtrasi atau hal-hal lainnya. Bagi Pemerintah, diharapkan dapat menegaskan peraturan yang telah dibuat mengenai pencemaran udara.

1 komentar:

  1. artikelnya menarik dan mudah di pahami,klik juga saya punya artikelartikel tentang kesehatan

    ReplyDelete

 

Lady Nang World's Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template